Covid 19 Menginfeksi Perekonomian Kota Mataram

14th April 2020    217 Views
Dwi Andi Yulianto, SH., MH

Oleh:

Dwi Andi Yulianto, SH., MH. Analis Pembiayaan PT Bank NTB Syariah

MATARAM, beritadepan.com – Corona Virus Disease 2019 (Covid 19) merupakan Virus yang menyerang fungsi pernapasan manusia yg berakibat pada penurunan kondisi kesehatan dan menyebabkan kematian. Covid 19 tidak hanya menginfeksi tubuh namun juga perekonomian Di segala sektor usaha. Sebagai cerminan penurunan kualitas perekonomian dapat dilihat Dr menurunnya permintaan bahan Baku makanan, sembako, dan usaha retail.

Sejak terkonfirmasi pasien covid 19 pertama Di Indonesia, masyarakat Di kota Mataram mulai melakukan social distancing dan panic buying untuk mengantisipasi kontak langsung dengan keramaian. Sejak saat itu beberapa komoditas mengalami kenaikan harga Karena ketersediaan barang Di pasar tradisional maupun retail mengalami penurunan. Hal ini diakibatkan oleh meningkatnya permintaan masyarakat pada komoditas tertentu pada saat yg bersamaan namun tidak diantisipasi oleh para penjual dan tidak Di dukung oleh supply barang yg memadai. Disisi lain dibeberapa tempat hal ini dimanfaatkan oleh pelaku usaha yg sengaja menimbun barang untuk menaikkan harga.

Kondisi di atas hanya terjadi beberapa saat saja. Namun setelah itu permintaan bahan baku dan sembako menurun karena ditengah pandemi ini masyarakat lbh senang belanja lalu mengolah bahan makanannya sendiri (dengan persediaan terbatas) dari pada harus keluar rumah membeli makanan jadi yang beresiko terpapar covid 19. Keadaan seperti ini menurunkan omzet penjualan pedagang kaki lima, warung, restauran, pedagang makanan di lokasi pariwisata dan sebagainya, oleh karena itu pelaku usaha menurunkan produksinya yg mengakibatkan menurunnya permintaan bahan baku Di pasaran. Selain itu masyarakat saat ini merasa lebih aman memegang uang tunai Dan mengurangi pengeluaran yang tidak perlu untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk. Artinya tingkat konsumtifnya masyarakat menurun.

Kondisi lainnya yg memperparah penurunan kualitas perekonomian masyarakat Kota Mataram ketika telah terkonfirmasinya kasus pertama pasien positif covid 19 Di Mataram dan sejak itu setiap saat jumlahnya bertambah, pemerintah mengeluarkan kebijakan social distancing.

Sejak saat itu prioritas utama masyarakat membelanjakan uangnya hanya untuk kebutuhan hidup sehari-hari dan makanan saja serta menunda pembelian barang lainnya, artinya pelaku usaha lain terpapar covid 19, contohnya di bidang fashion, aksesoris, dan gadget. Terlebih lagi pada sektor properti dan konstruksi sangat menurun.

Paparan covid 19 paling parah terjadi karena adanya kebijakan sosial distancing ketat yang tidak memperbolehkan masyarakat untuk melakukan usahanya. Kondisi seperti ini memperparah kondisi perekonomian. Kebanyakan masyarakat bekerja hari ini Untuk hidup esok hari. Artinya tidak semua masyarakat memiliki cadangan uang Yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sampai beberapa waktu kedepan hingga kebijakan social distancing ketat tersebut dicabut. Hal inilah yang Menjadi faktor penurunan daya beli dan perputaran uang di masyarakat.

Kondisi seperti ini tentunya akan berpengaruh pada keberlanjutan pelaku usaha. Apabila pelaku usaha mengalami penurunan omzet penjualan atau paling buruk kerugian maka akan beresiko mengalami kebangkrutan dan meningkatkan angka pengangguran apabila pelaku usaha itu memiliki karyawan.

Penurunan pendapatan paling besar dampaknya pada sektor pariwisata. Hotel, restauran, toko oleh-oleh dan pelaku usaha di pusat pariwisata banyak yang tutup karena tidak ada tamu. Contohnya yang paling ekstrim dapat dilihat pada aktifitas pelaku usaha Di Gili trawangan, Gili air dan Gili Meno termasuk rentetan usaha disekitarnya saat ini telah mengalami kemacetan total. Sehingga perusahaan Banyak merumahkan karyawannya sementara. Hal ini sangat menghawatirkan Karena sumber Mata pencaharian masyarakat (pedagang, karyawan dsb) sudah tidak Ada. Sedangkan kebutuhan hidup harus tetap dipenuhi.

Covid 19 sudah banyak membunuh manusia dimana-mana termasuk memutus rantai perekonomian masyarakat. Pelaku usaha mikro, kecil dan menengah Di Mataram terancam tutup atau paling tidak bagi pelaku usaha yang bertahan hanya memiliki keuntungan yang cukup untuk hidup saja. Imbasnya berujung perlambatan pada pertumbuhan perekonomian daerah.

Peran aktif pemerintah dalam menangani covid 19 tidak hanya sebatas memutus rantai penyebaran virus dan penanganan pasien positif, namun juga perlu mengambil peran sosial kemasyarakatan.

Untuk menggeliatkan kembali perekonomian masyarakat dan pelaku usaha besar Di bidang pariwisata, properti Dan konstruksi.

Adapun tips penulis bagi masyarakat dan pelaku usaha selama wabah covid 19 ini antara lain:

  1. Bagi masyarakat sebaliknya menahan uang sebanyak-banyaknya yang dimiliki, selama mungkin Dan dipergunakan seirit-iritnya;
  2. Bagi karyawan Yang di PHK atau dirumahkan sementara tanpa gaji, sebaiknya mencari pekerjaan apapun YG bisa menghasilkan uang;
  3. Bagi pelaku usaha yg usahanya macet, segera mencari peluang usaha Yang Masih bisa menghasilkan keuntungan ditengah kondisi wabah covid 19 ini;
  4. Bagi pelaku usaha kecil seperti pedagang kaki lima, kelontong, warung kecil, sebaiknya tetap menjalankan usaha dengan menyesuaikan jumlahnya produk dengan permintaan masyarakat Untuk menghindari kerugian;
  5. Bagi pelaku usaha besar Di bidang pariwisata seperti perhotelan dan restauran, usaha properti, serta konstruksi segera melakukan upaya apapun yang dapat menyelamatkan keberlanjutan usaha kedepan;
  6. Bagi masyarakat yang mengalami social distancing ketat Di daerahnya sebaiknya tetap melakukan usahanya atau mencari usaha baru yg di butuhkan Di tengah masyarakat sehingga roda perekonomian tetap berjalan didaerahnya.
  7. Bagi pemerintah, segera melakukan upaya untuk membantu rakyatnya bertahan hidup dan melanjutkan usaha seperti pemberian BLT atau upaya lain sesuai kebijakan pemerintah. (alf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Menyoal PERPPU No. 1 Tahun 2020, Penanganan Pandemi Corona virus Disease 2019 (COVID-19)

Tue Apr 14 , 2020
<div class="at-above-post addthis_tool" data-url="http://beritadepan.com/2020/04/14/covid-19-menginfeksi-perekonomian-kota-mataram/"></div>PERPPU No. 1 Tahun 2020 Kebijaksanaan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan Untuk Penanganan Pandemi Corona virus Disease 2019 (COVID-19) MATARAM, beritadepan.com – Presiden Republik Indonesia, pada tanggal 31 Maret 2020, telah menandatangani Perppu No. 1 Tahun 2020 tentang Kebijaksanaan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan Untuk Penanganan Pandemi Corona […]<!-- AddThis Advanced Settings above via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Advanced Settings below via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons above via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons below via filter on get_the_excerpt --><div class="at-below-post addthis_tool" data-url="http://beritadepan.com/2020/04/14/covid-19-menginfeksi-perekonomian-kota-mataram/"></div><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt -->